March 8, 2012
by ardee
0 comments

Kawah Putih, Keindahan nan memukau di puncak Gunung Patuha

Kawah Putih, Keindahan nan memukau di puncak Gunung Patuha

Oleh: Ardee

Hamparan putih tanah vulkanik, dikelilingi kabut tipis, udara sejuk pegunungan dan aroma belerang menjadi sensasi khas di objek wisata ini. Berada di ketinggian 2.386 meter di atas Gunung Patuha, kawah ini dapat menjadi salah satu spot alternatif bagi pasangan calon pengantin yang ingin membuat foto pre-wedding atau pengantin baru yang sedang berbulan madu. Memang, ditengah kesunyian alam dari hutan lindung yang mengelilinginya, kawah ini menyimpan keindahan yang luar biasa.

Cobalah melihat ke danau kawah ini. Airnya yang dangkal jernih dan sedikit menyengat memancarkan warna pantulan sinar matahari yang berubah-ubah. Keindahan kawasan inipun tidak hanya berada di kawahnya. Sepanjang perjalanan kelokasi, anda dapat menikmati alam hijau nan asri dan hamparan pemandangan di sekeliling kota Bandung. Meskipun keindahan kawah ini telah banyak dikenal sejak zaman kolonial Belanda, namun potensinya sebagai objek wisata baru mulai digarap serius sejak tahun 1987 oleh Perhutani.

Lokasi ini ditemukan oleh seorang botanis berkebangsaan Jerman, Franz Wilhelm Junghuhn pada tahun 1837. Awalnya kawasan ini dianggap angker oleh penduduk lokal karena banyaknya burung yang mati mendadak. Namun kemudian Junghuhn dapat membuktikan bahwa fenomena ini terjadi karena adanya semburan uap belerang dari celah bebatuan di kawah gunung yang masih aktif ini. Fakta ini kemudian mendorong pemerintah kolonial membuat tambang belerang di sekitar kawah ini. Sisa-sisa peninggalan tambang ini masih dapat kita lihat di sana.

Kurang lebih dibutuhkan waktu sekitar 2,5 jam untuk mencapai gerbang kawasan yang berjarak sekitar 46 km dari kota Bandung ini. Dari gerbang, kita memasuki area parkir dimana pengguna kendaraan roda 2 dan bus harus turun. Selanjutnya, perjalanan kepuncak dapat dilakukan menggunakan ontang-anting atau mobil pribadi, menyusuri jalur menanjak serta berkelok yang dapat ditempuh kurang lebih 15 menit. Sesampai di puncak, terdapat track menurun hingga ke tengah kawah yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 5 menit.

March 6, 2012
by ardee
0 comments

Definisi Peran Sosial Partai Politik

Bagi yang ingin mengutip artikel ini bisa mencantumkan:

“Putra, Ardian P., (2012). Definisi Peran Sosial Partai Politik – Makalah Singkat Politik Bencana. Jakarta: <http://ardee.web.id>”

Untuk memahami peran partai politik, kita perlu memahami definisi peran dalam perspektif ilmu Sosiologi. Mengenai definisi peran, Pratama, Fauzi, Setiawan, Zafriady & Fallo (2008) dan Tangkilisan (2005) mengungkapkan bahwa peran dapat didefinisikan sebagai suatu aspek dinamis dari adanya suatu kedudukan (posisi/status sosial). Aspek dinamis tersebut mencakup rangkaian wewenang, hak dan kewajiban yang menyertai keberadaan dari kedudukan tersebut. Lebih lanjut, Pratama dkk. menyebutkan bahwa suatu peran mencakup tiga hal, yaitu:

  • Peran meliputi norma-norma terkait posisi dan tempat (kedudukan) dalam masyarakat,
  • Peran merupakan konsep tentang apa yang dapat dilakukan oleh individu (atau organisasi) dalam masyarakat.
  • Peran sebagai perilaku individu yang penting bagi struktur sosial. Struktur sosial sendiri dapat diartikan sebagai suatu jalinan atau pola hubungan antara unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu antara lain kelompok-kelompok sosial, institusi sosial, norma sosial dan stratifikasi sosial (Henslin, 2007). Dalam istilah yang lebih sederhana, peran merupakan perilaku individu yang penting bagi pihak-pihak selain dirinya dalam suatu masyarakat.

 

Henslin (2007) mendefinisikan peran (role) sebagai perilaku, kewajiban dan hak yang melekat pada suatu status. Lebih jauh, Henslin menyebutkan bahwa arti penting sosiologis dari suatu peran adalah “…memaparkan apa yang diharapkan dari (sese)orang“. Jika masyarakat dianalogikan sebagai sebuah pementasan drama, maka peran diibaratkan sebagai aturan yang “...mengekang orang – mengatakan kepada mereka kapan harus ‘masuk’ dan kapan harus ‘keluar’…“. Dengan kata lain, peran dapat diartikan sebagai batasan-batasan mengenai apa yang boleh dan tidak boleh, patut dan tidak patut dilakukan oleh seseorang (atau suatu institusi) di tengah masyarakat di sekitarnya.

Dari beberapa definisi tersebut, dapat didefinisikan bahwa dalam sudut pandang sosiologi ‘peran partai politik’ dapat diartikan sebagai apa yang diharapkan masyarakat dari keberadaan partai politik ditengah masyarakat tersebut. Harapan dari masyarakat tersebut mencakup perilaku, kewajiban dan hak yang idealnya melekat pada suatu partai politik. Lebih lanjut, berbicara tentang peran partai politik ditengah masyarakat berarti berbicara tentang norma-norma serta perilaku-perilaku yang menunjukkan arti penting (urgensitas) partai politik terhadap masyarakat yang menjadi konstituennya.

 

Pratama, M. Salman, dkk (2008). Pengertian Peran, Status, Nilai, Norma dan Budaya/Kebudayaan (makalah), Bandung: Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial.

Tangkilisan, Hessel N.S., (2005). Manajemen Publik, Jakarta: Grasindo.

Henslin, James M., (2007). Sosiologi dengan Pendekatan Membumi – Jilid 1, Jakarta: Erlangga.

March 6, 2012
by ardee
0 comments

Definisi, Fungsi dan Kelemahan Partai Politik

Bagi yang ingin mengutip artikel ini bisa mencantumkan:

“Putra, Ardian P., (2012). Definisi, Fungsi dan Kelemahan Partai Politik – Makalah Singkat Politik Bencana. Jakarta: <http://ardee.web.id>”

 

Definisi Partai Politik

Berorganisasi merupakan suatu prasyarat mutlak dari suatu perjuangan politik. Dalam suatu organisasi, berbagai pihak yang sesungguhnya beragam dapat dikonsolidasikan dalam satu front. Keberadaan organisasi membuat aspirasi kolektif sekelompok masyarakat menjadi lebih kuat posisinya dalam menghadapi kepentingan kelompok yang bersebrangan. Prinsip inilah yang menjadi dasar pendapat mengapa partai politik memiliki peran penting dalam proses dinamika pelembagaan demokrasi. Proses pelembagaan demokrasi akan sangat ditentukan oleh pelembagaan organisasi partai politik sebagai bagian dari sistem demokrasi itu sendiri (Asshiddiqie, 2006).

Dari sudut pandang ilmu hukum tata negara, Asshiddiqie (2006) mengungkapkan, terdapat beragam pandangan mengenai partai politik. Salah satu kubu, antara lain dipelopori oleh Schattschneider melihat partai politik sebagai pilar penentu demokrasi, yang oleh karenanya sangat penting untuk diperkuat derajat pelembagaanya dalam suatu sistem politik yang demokratis. Di sisi lain, terdapat pula pandangan skeptis dan kritis yang melihat partai politik tidak lebih dari kendaraan politik bagi sekelompok elite yang berkuasa atau yang ingin berkuasa.

Menurut Asshiddiqie sendiri, partai politik sendiri dapat diartikan sebagai “…suatu bentuk pelembagaan sebagai wujud ekspresi ide-ide, pikiran-pikiran, pandangan dan keyakinan bebas dalam masyarakat demokratis…“, yang “…bertindak sebagai perantara dalam proses-proses pengambilan keputusan bernegara, yang menghubungkan antara warga negara dengan institusi-institusi kenegaraan…“, sehingga “…berperan dalam proses dinamis perjuangan nilai dan kepentingan (value and interest) dari konstituen yang diwakilinya…“. Dengan kata lain, partai politik adalah media aspirasi bagi masyarakat luas untuk ikut dalam proses penentuan kebijakan dalam kehidupan bernegara.

Menurut Undang-Undang No. 2 Tahun 2008 pasal 1, definisi partai politik adalah “…organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945“.

  
 

Fungsi Partai Politik

Dalam Asshiddiqie (2006) disebutkan, menurut Andrew Knapp fungsi partai politik mencakup antara lain:

  • Mobilisasi dan integrasi,
  • Sarana pembentukan pengaruh terhadap perilaku memilih,
  • Sarana rekruitmen pemilih, dan
  • Sarana elaborasi pilihan-pilihan kebijakan,

Menurut Budiardjo (2003),ada empat fungsi partai politik, yaitu komunikasi politik, sosialisasi politik, rekruitmen politik dan pengelolaan konflik. Penjabaran dari keempat fungsi tersebut, adalah sebagai berikut:

  • Sarana Komunikasi Politik: Partai politik bertugas menyalurkan beragam aspirasi masyarakat dan menekan kesimpangsiuran pendapat di masyarakat. Keberadaan partai politik menjadi wadah penggabungan aspirasi anggota masyarakat yang senada (interest aggregation) agar dapat di rumuskan secara lebih terstruktur atau teratur (interest articulation). Selanjutnya, partai politik merumuskan aspirasi tersebut menjadi suatu usulan kebijak(sana)an, untuk diajukan kepada pemerintah agar menjadi suatu kebijakan publik. Di sisi lain, partai politik bertugas membantu sosialisasi kebijakan pemerintah, sehingga terjadi suatu arus informasi berkesinambungan antara pemerintah dan masyarakat.
  • Sarana Sosialisasi Politik: Dalam usahanya untuk memperoleh dukungan luas masyarakat, partai politik akan berusaha menunjukkan diri sebagai pejuang kepentingan umum. Oleh karena itu partai politik harus mendidik dan membangun orientasi pemikiran anggotanya (dan masyarakat luas) untuk sadar akan tanggungjawabnya sebagai warga negara. Proses tersebut dinamakan sosialisasi politik, yang wujud nyatanya dapat berbentuk ceramah penerangan, kursus kader, seminar dan lain-lain. Lebih lanjut, sosialisasi politik dapat pula diartikan sebagai usaha untuk memasyarakatkan (Asshiddiqie, 2006) ide, visi dan kebijakan strategis partai politik kepada konstituen agar mendapatkan feedback berupa dukungan masyarakat luas.
  • Sarana Rekruitmen Politik: Partai politik memiliki fungsi untuk mencari dan mengajak orang yang berbakat untuk aktif berpolitik sebagai anggota partai politik tersebut (political recruitment). Hal ini merupakan suatu usaha untuk memperluas partisipasi politik. Selain itu, rekruitmen politik yang di arahkan pada generasi muda potensial menjadi sarana untuk mempersiapkan regenerasi kepemimpinan di dalam struktur partai politik.
  • Sarana Mengelola Konflik: Partai politik bertugas mengelola konflik yang muncul di masyarakat sebagai suatu akibat adanya dinamika demokrasi, yang memunculkan persaingan dan perbedaan pendapat.

 Adapun dalam Undang-Undang No. 2 Tahun 2008 pasal 11 ayat 1 disebutkan bahwa fungsi partai politik adalah sebagai sarana:

  • Pendidikan politik bagi anggota dan masyarakat luas agar menjadi warga negara Indonesia yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  • Penciptaan iklim yang kondusif bagi persatuan dan kesatuan bangsa indonesia untuk kesejahteraan masyarakat.
  • Penyerap, penghimpun dan penyalur aspirasi politik masyarakat dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan negara.
  • Partisipasi politik warga negara Indonesia, dan
  • Rekrutmen politik dalam proses pengisian jabatan politik melalui mekanisme demokrasi dengan memperhatikan kesetaraan dan keadilan gender.

 
 

Oligarki sebagai Kelemahan Partai Politik

Yang dimaksud dengan kelemahan partai politik adalah potensi negatif yang dapat menghambat fungsi partai politik sebagaimana disebutkan diatas sehingga tidak berjalan sebagaimana mestinya. Diantara kelemahan yang diungkapkan Asshiddiqie antara lain adalah budaya oligarki, yaitu kecenderungan suatu partai politik untuk memperjuangkan kepentingan pengurusnya diatas kepentingan masyarakat secara umum. Potensi negatif oligarki ini dapat diatasi dengan adanya beberapa mekanisme penunjang, yaitu:

  • Mekanisme internal yang mendorong proses demokratisasi dengan cara meningkatkan partisipasi anggota dalam pengambilan keputusan partai. Selain perlu dirumuskan secara formal dalam AD/ART, mekanisme ini perlu ditradisikan sebagai suatu rule of law yang berjalan secara informal. Bersama dengan AD dan ART diperlukan suatu panduan kode etik internal organisasi yang ketiganya menjadi panduan bagi seluruh anggota dalam menyelesaikan konflik dan perselisihan di internal partai secara demokratis.
  • Menyediakan suatu mekanisme keterbukaan partai yang memungkinkan warga masyarakat di luar partai untuk dapat berpartisipasi dalam penentuan kebijakan yang diperjuangkan partai politik. Keberadaan pengurus harus dapat berfungsi sebagai pelayan aspirasi dan kepentingan bagi konstituennya.
  • Adanya suatu penyelenggaraan negara yang baik dengan kualitas pelayanan publik yang baik sebagai penunjang bagi terciptanya suatu iklim politik yang sehat. Dengan terbentuknya tata pemerintahan yang berintegritas dan profesional, peluang bagi para elite partai politik untuk memanfaatkan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi dapat diminimalisir.
  • Kebebasan pers yang disertai profesionalisme insan pers dan semangat mendidik masyarakat luas. Keberadaan pers menjadi suatu umpan balik dari sikap atau kebijakan yang diambil oleh pengambil keputusan di internal partai politik.

 
 

Asshiddiqie, Jimly, (2006). Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara – Jilid II, Jakarta: Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

Budiardjo, Miriam, (2003). Dasar-Dasar Ilmu Politik, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Arikunto, Suharsimi, (2000). Manajemen Penelitian, Jakarta: Rineka Cipta

Amirin, Tatang M., (2009). “Subjek penelitian, responden penelitian, dan informan (narasumber) penelitian“, tatangmanguny.wordpress.com

December 26, 2011
by admin
0 comments

Belajar Sedikit dari Tansportasi Massal di Paris

Mahasiswa Disaster Management UNHAN, tim 2 euro

Di perancis, khususnya paris, moda transportasi umum seperti bus, tramway, kereta metro dan RER (sejenis tramway tapi beroperasi di subway) dikelola satu pintu oleh RATP (Regie Autonome des Transports Parisiens), perusahaan BUMD yang sekarang go international menangani transport massal di banyak negara.

Untuk masalah ticketing, sistem yang mereka terapkan inovatif karena menggabungkan beberapa variasi sistem tiket sehingga penumpang punya banyak opsi pembelian tiket dan bisa memilih jenis tiket yang paling sesuai kebutuhan mereka. Sekilas sistemnya terlihat ribet, tapi jika sudah bisa kita pahami, sistem ticketingnya mungkin bisa dikatakan paling fair sebatas pengetahuan saya.

Pembedaan tarif per jarak terakomodasi dengan adanya sistem zonasi yang mengelompokkan Ile de France (padanan jabodetabek untuk Paris) menjadi 6 zona berbentuk ring berlapis (berdasarkan jarak thdp pusat kota Paris).

Inovasi lain yang RATP lakukan adalah penerapan ticketing terpadu antar moda transportasi. Hampir semua jenis tiket yang dikeluarkan RATP berlaku untuk beberapa jenis sarana transportasi. Bahkan beberapa jenis tiket (mis. yang berlaku harian) memungkinkan pengguna untuk berganti-ganti moda transportasi sepanjang hari cukup hanya dengan satu tiket.

Salah satu inovasi lain yang mungkin bisa dicontoh adalah variasi jenis tiket yang ditawarkan, yaitu antara lain:
- Tiket satuan dan carnet (paket 10 tiket): Paket ini cocok bagi tipe pengguna yang tidak rutin menggunakan moda transportasi umum kota Paris. Misalnya bagi pelancong yang hanya singgah di Paris dalam hitungan 1-2 hari baik secara individu maupun berkelompok. Kalau tidak salah, tiket jenis ini bisa digunakan untuk berpindah-pindah moda dalam jangka waktu terbatas.
- Tiket ‘Paris Visite‘: tiket dengan tarif harian yang bisa digunakan sepanjang hari. Cocok pengguna yang akan melakukan perjalanan ke banyak lokasi sepanjang hari. Dengan modal peta standar RATP dan buku panduan objek wisata, kita bisa melakukan tur ke semua penjuru kota paris sepanjang hari dengan jadwal yang jauh lebih fleksibel dan murah meriah ketimbang menggunakan jasa tur bus komersil.
- Tiket abonemen ‘NaviGo’: ini adalah tiket jenis abonemen dengan pilihan rentang waktu mingguan, bulanan atau pertahun. Berbentuk kartu sentuh semacam jakcard, NaviGo juga bisa digunakan untuk penggunaan sepeda umum yang tersebar luas di berbagai sudut kota Paris. Kartu ini cocok untuk penduduk lokal dan komuter dari daerah sekitar Paris (Ile De France).

Selain sistem ticketing yang memudahkan pengguna, RATP juga menerapkan layanan informasi yang memudahkan melalui call center 24 jam, stand informasi bilingual di seluruh stasiun dan peta navigasi dan penunjuk arah yang sangat user friendly di setiap stasiun sehingga mempermudah siapapun, termasuk mereka dengan penguasaan bahasa Perancis terbatas seperti saya.

Sedikit paparan ini sekedar oleh-oleh pengalaman saya mengikuti program ekskursi (field study) mahasiswa program S2 Manajemen Bencana UNHAN, ke Paris dan Nantes, Perancis pada tanggal 18-26 September 2011 lalu. Semoga dapat menjadi bagi rekan-rekan backpacker yang berniat melancong ke Paris dan inspirasi bagi kita semua mengenai model transportasi massal yang ideal bagi kota Jakarta serta kota-kota lain di Indonesia.

Ardian Perdana Putra

December 16, 2011
by admin
0 comments

Daftar Beasiswa dari Negara-negara Uni Eropa

Daftar Beasiswa dari Negara-negara Uni Eropa

Setiap tahunnya, sejumlah negara dan lembaga donor dari Uni Eropa menawarkan berbagai peluang studi melalui beasiswa. Anda tertarik memburunya? Biasanya, kesempatan mengajukan aplikasi dibuka mulai pertengahan tahun. Berikut informasi beasiswa-beasiswa yang ditawarkan Uni Eropa, beserta link dan kontak yang bisa Anda hubungi untuk mendapatkan informasi lebih jauh.

 

AUSTRIA

Ada 18 beasiswa yang pernah ditawarkan pada tahun 2009, diantaranya untuk jenjang S-1, S-2, pascadoktoral, dan hibah penelitian.

* Beasiswa Utara-Selatan * Beasiswa ASEA Uninet (jaringan universitas antara beberapa universitas Eropa dan Asia Tenggara yang dipelopori Universitas Innsbruck Austria) * Hibah teknologi bagi Asia Tenggara *

Beasiswa khusus bagi Layanan Akademi Austria (Austrian Academic Service – OeAD)

Situs web: http://www/oead.ac.at 

ASEA-UNINET
http://www.uibk. ac.at/asea-uninet 
 

BELGIA

Beasiswa yang diberikan biasanya kursus dan pelatihan internasional. Tetapi, ada juga jenjang pascasarjana. Rata-rata 10 siswa per tahun.

Situs web: www.cud.be , www.itg.be
 

BULGARIA

Permintaan informasi bisa didapatkan langsung dari Kedutaan Besar Bulgaria, di Jl. Imam Bonjol 34-36, Menteng, Jakarta 10310,

e-mail: jkt@centrin.net.id atau bulvisa.jkt@centrin.net. id

 

PERANCIS

Beasiswa Pemerintah Perancis Gelar pascasarjana, doktor, dan program pascadoktoral. Jumlah beasiswa 20-25/tahun.

Situs web: www.ambafrance-id.org

Program Beasiswa bersama DIKTI Berbasis pembiayaan bersama dengan gelar pascasarjana (gelar ganda). Jumlah beasiswa 50/tahun.

Program Beasiswa bersama Kementerian Perhubungan Berbasis pembiayaan bersama dengan gelar pascasarjana (gelar ganda). Jumlah beasiswa 10-15/tahun.

Program Beasiswa bersama BAPPENAS Berbasis pembiayaan bersama dengan gelar pascasarjana (gelar ganda). Jumlah beasiswa 5-10/tahun.

Situs web: http://www.ambafrance-id.org 

JERMAN

Program beasiswa DAAD. Gelar pascasarjana dan doktor, program pascadoktoral, kursus singkat (jurusan/materi khusus). Jumlah beasiswa 350/tahun.

Situs web: http://jakarta.daad.de
 

YUNANI

Program beasiswa bantuan Yunani (Hellenic Aid Scholarship Programme) untuk studi sarjana dan pascasarjana. Jumlah beasiswa 100 orang untuk 61 negara tanpa kuota bagi negara tertentu.

Situs web: www.hellenicaid.gr

HUNGARIA

Dewan beasiswa Hungaria (Hungarian Scholarship Board)

Situs web: http://www.scholarship.hu
 

ITALIA

Bahasa dan budaya Italia; studi spesialisasi (tingkat 1 dan 2, Phd).

Beasiswa pemerintah Italia dengan jumlah beasiswa 36 orang/tahun.

Beasiswa swasta Italia, biasanya dialokasikan untuk 23 orang penerima beasiswa.

BELANDA

Program HSP Huygens Sarjana tingkat akhir, pascasarjana. Tidak ada kuota untuk negara tertentu. Pada tahun 2010, ada 12 penerima beasiswa asal Indonesia.

Situs web: www.nuffic.nl/ hsp

Program Fellowship Belanda (Netherlands Fellowship Programmes – NFP) Kursus singkat, master, PhD. Tersedia beasiswa untuk sekitar 70 orang/tahun.

Situs web: www.nuffic.nl/nfp

Untuk jenjang pascasarjana, kursus singkat, pelatihan yang disesuaikan. Ada peluang beasiswa untuk 150 orang setiap tahunnya.

Situs web:
www.nesoindonesia.or.id 

SPANYOL

Pada tahun 2010 lalu, Kementerian Urusan dan Kerjasama Luar Negeri Spanyol memberikan 6 beasiswa kepada pelajar Indonesia. Lima orang mengikuti kursus musim panas dan budaya Spanyol. Dan satu orang untuk diplomat muda Indonesia untuk gelar Master Hubungan Internasional di Sekolah Diplomatik Spanyol.

Situs web: www.aecid.es 

REPUBLIK SLOVAKIA

Beasiswa Pemerintah Republik Slovakia Untuk studi gelar sarjana dan pascasarjana di universitas negeri di Slovakia. Jumlah penerima hanya satu orang per tahun.

Program Beasiswa Nasional Republik Slovakia untuk Mendukung Mobilitas

Beasiswa ini diberikan bagi mahasiswa, mahasiswa PhD, dosen universitas, dan peneliti.

Informasi:
emb.slovakia@mzv.sk

 

INGGRIS

British Chevening Awarrds Gelar pascasarjana program satu tahun. Pada tahun 2010, ada 10 orang pelajar Indonesia yang menerima beasiswa ini.

Situs web:

http://www.britishcouncil.or.id

 

UNI EROPA

Program Pascasarjana Erasmus Mundus (Erasmus Mundus Master Courses – EMMC) Untuk jenjang S-2 dan penelitian/hibah mengajar (sarjana).

Tidak ada alokasi penerima beasiswa setiap tahun, karena proses pemilihan skala global. Pada tahun 2011 sebanyak 120 pelajar mendapatkan beasiswa ini.

Informasi beasiswa bisa diakses melalui http://bit.ly/emmc2010

Doktorat Bersama Erasmus Mundus (Erasmus Mundus Joint Doctorates – EMJD) Tidak ada alokasi jumlah penerima karena pemilihannya skala global. Pada tahun 2010 ada 2 orang penerima beasiswa.

Informasi beasiswa, silakan mengunjungi situs web:
http//bit.ly/emjd2010

Sumber: KOMPAS

November 16, 2011
by admin
0 comments

Mengambil Teladan dari Almarhumah Yoyoh Yusroh

 

 

Penulis : Tim GIP

ISBN : 978-979-077-273-1

Halaman : 208 halaman

Tema : Muamalah

Ukuran : 17.5 x 11.5 (Soft Cover)

Tahun Terbit : 2011

 

Buku biografi Ummi Yoyoh Yusroh, seorang perempuan yang dikaruniai 13 orang anak yang semuanya Penghafal Al-Qur’an, aktivitasnya bersama keluarga dan aktivitas dakwahnya dimasyarakat serta aktivitasnya di Politik bak mutiara. Kisah hidup Yoyoh Yusroh yang memiliki 13 anak penghafal Al-Qur’an dan berusaha sekuat Tenaga untuk masuk ke jalur Gaza untuk bertemu dengan Parlemen Palestina merupakan sosok Perempuan Indonesia yang pantas di teladani.

 

Sebagai sosok yang dikenal sangat aktif dalam dunia politik, agama, dan sosial, perjalanan hidup Yoyoh Yusroh memang layak untuk dibukukan agar dapat dijadikan teladan oleh generasi yang masih hidup. Beliau adalah sosok yang mampu menjalankan amanah dengan totalitas, manajerial yang baik, dan kepemimpinan yang unggul.

 

“Setiap amanah yang diembankan, beliau menjalankannya ‘sampai titik darah penghabisan’. Bunda Yoyoh adalah cucuran air mata air yang bening. Berparas dan berpostur biasa, namun kekuatan hati beliau dan kemampuan manajerial serta keunggulan dalam akalnya, menjadikan Almarhumah pantas menjalani sebagian besar hidup sebagai pemimpin,” kata Hj. Neno Warisman dalam testimoni di sampul buku tersebut.

Daftar isi Buku tersebut :

 

Pengantar Penerbit

Kata Pengantar Tokoh

 

Bagian I : Belaian Islam Sejak Kecil

Doa kemudahan

Istinja’ yang Berkesan

Mendampingi Ayah

Belajar Pidato

DNA Cerdas

Mandiri Sedari Kecil

6 kali Khatam Saat Ramadhan

Wirid Al-Qur’an

Emak yang Aktif

Warisan Kedermawanan

Pagi-Sore Menuntut Ilmu

Bioskop dan Pertunjukan Kampung

Meniti Karier Guru

Jalan Jurumudi

“Menyentil” penguasa

 

Bagian II: Pejuang Gerakan Jilbab

Aktif Mengajar Mengaji

“Komandan” Asrama

Terbaik Se-DKI Jakarta

Memilih Sejarah

Belaian Kasih di Kontrakan

Bertemu Sang Murabbi

Mendobrak Kebijakan Menteri

Menjadi guru mengaji

 

Bagian III: Hari-Hari Menuju Pernikahan

Ta’aruf Kilat

Khitbah Jelang “Deadline”

Mengabari Bandung

Ijab Qabul dalam Bahasa Arab

Mahar 50 gram Emas

Putih-Putih

 

Bagian IV: Biduk Pernikahan

Pramukasari

Keluar Darah

Menghafal Nama-Nama Surah

Lahir Prematur

Juru Bicara Keluarga

Marissa Kecil

Bangka

Takut Iman Goyah

Kompleks DPR

Interaksi dengan Khadimat

Baju Sutra Kusut

Sopir

Romantisme keluarga

 

Bagian V: Pola Mendidik Anak

Sekilas Profil Keluarga

Interaksi Qur’ani

Mengajarkan Berpuasa

Wisata Ruhiyah

Mengajarkan Akhlak

Memilih sekolah

Pola Belajar

Pola Makan

Mandiri

Sistem delegasi

Marahnya Ummi

Dialogis

Bercengkerama

Via Telepon

Protes Anak

Liburan

Tempat Jajan Ummi

Memasak untuk Anak

Doa Tak Pernah Putus

Kisah-Kisah Berkesan dari Anak

- Umar Al Faruq

- Latifah

- A’izza Jundana

- Asma Karimah

- Barnard

- Ja’far

- Walid Ghozin

- Adil Ghalib

- Rahmah Rahimah

 

Bagian VI: Aktivitas Sosial Politik

Sosial Masyarakat

Ringan Tangan

Memberikan Mas Kawin

Menghadiahkan Tempat Tidur

Memberikan Tas

Tawakal

Tiada Dendam

Bersungguh-Sungguh

Teman Andalan

Sayang Keluarga

Pesantren Ummu Habibah

Politik

- DPR/MPR RI

- Kiprah Anggota Dewan

- Ummi dan Komputer Tablet

- 3-5 Juz Setiap Hari

- TNI Berjilbab

- Menyinggung Manajemen TNI

- UU Pornografi

- UU PKDRT

Partai Keadilan Sejahtera

- Kewanitaan

- Pendiri Partai

- Terjun Langsung

- Kaderisasi

- Klarifikasi

- Pendiri

 

Bagian VII: Mujahidah Palestina

Kaukus Palestina

Viva Palestina 5

Warga Negara Palestina

 

Bagian VIII: Akhirnya Engkau Tersenyum

Firasat Awal

Nasihat untuk Sang Putra

Kematian Adalah Sebuah Misteri

Kronologis Kecelakaan

Akhirnya Engkau Tersenyum

Doa Buat Ummu Umar, Yoyoh Yusroh

 

Yoyoh Yusroh: Mutiara yang Telah Tiada

Harga Rp 34.400. Harga PROMO debuku.com Hanya Rp 29.000 !!

 

** HANYA ORDER VIA SMS CS Ibu Endah 0856 9531 5631 **

** Format SMS : Nama+Alamat engkap+Buku yg dipesan **

 
 

October 27, 2011
by dewan_syuro
0 comments

Refleksi Aku dan Blog (2004-2011)

Ibarat anak, usia 7 tahun itu mungkin masih masa-masanya bermain dan mencari-cari identitas diri. Tapi usia 7 tahun bagi seorang blogger bisa berarti banyak hal. Saya pribadi merasakan, ngeblog itu adalah proses yang mempercepat pencarian jati diri. Saya, yang 7 tahun lalu masih icip-icip hiruk pikuk menjadi seorang mahasiswa, tidak pernah membayangkan akan seperti sekarang. Keberadaan blog sebagai teman selama 7 tahun itu telah membawa saya bertualang mengeksplorasi potensi terpendam, yang mungkin tidak akan muncul seandainya saya bukan seorang penggiat blog.

Siapa sangka saya yang semasa SMA nggak gaul, boro-boro jadi juara karya tulis, tiba-tiba saja nekat bikin kompetisi blogging yang cukup mengundang perhatian rekan-rekan blogger saat itu. Ini terjadi tahun 2007, diakhir masa jabatan saya di kabinet KM-ITB. Saya yang biasanya punya aktivitas (ngaktipis kalau kata senior-senior saya kala itu), mendadak bingung nggak ada kegiatan. Saat itu blog menjadi pelarian, dimana saya menjadi lebih aktif menulis karena banyak waktu kosong. Saya masih ingat ketika itu komunitas blogfam sedang aktif-aktifnya dan disanalah saya menemukan bahwa di dunia maya, banyak penulis potensial yang belum tersentuh oleh penerbit.

Kondisi inilah yang memunculkan ide gila di kepala saya untuk membuat usaha penerbitan yang khusus mengakomodasi para blogger untuk menerbitkan sendiri karya mereka menjadi buku. Starting poinnya adalah dengan melaunching kompetisi bertajuk ‘Indonesian Blog Competition 2007‘ atau IBC 2007. Saya sebut ide ini gila, karena saat itu saya sama sekali tidak punya pengalaman berbisnis, apalagi usaha penerbitan, tidak punya partner untuk menjalankan konsep tersebut dan yang paling sinting adalah konsep dari bisnis serta kompetisi ini dibuat 1 malam sebelum IBC 2007 diluncurkan. Saya ingat betul, tanggal 6 Juli 2007, kompetisi blog tersebut secara resmi diumumkan sekaligus menandai lahirnya sebuah penerbit bernama Ganesha Publishing House (GPH).

Hari itu, saya bergerilya dari milis ke milis, dari blog ke blog, dari forum ke forum mensosialisasikan event itu, sambil secara paralel merampungkan website informasinya yang saya buat menggunakan fasilitas blogspot. Ada optimisme luar biasa yang tidak bisa saya jelaskan secara logis. Rekan-rekan dekat saya, terutama yang punya ketertarikan dengan dunia tulis-menulis atau pernah seaktivitas dengan saya pun kemudian saya ajak untuk bergabung menggarap usaha penerbitan ini. Beberapa diantaranya, yaitu Ninda, Zamzam, Erik dan Luthfi merespon ide tentang Ganesha Publishing House ini dan merekapun menjadi skuad generasi pertama dari GPH.

Yang unik dari tim tersebut,  tidak ada satupun yang punya pengalaman terjun di bidang penerbitan. Kami semua belajar dari nol untuk mengisi peran masing-masing. Zamzam menangani produksi sehingga harus belajar seluk-beluk bisnis percetakan. Ninda menangani administrasi serta SDM. Erik serta Lutfi menangani kehumasan dan mencari peluang-peluang permodalan. Sedangkan saya yang memang sejak beberapa waktu sebelumnya tertarik belajar seputar editing berperan sebagai leader sekaligus editor yang berurusan dengan teknis pengolahan naskah plus teknis operasional media online (website, milis, email dll).

Meski tersendat-sendat, IBC2007 akhirnya berhasil sampai babak final. Secara proses, kompetisi ini dapat berjalan dengan lancar, akan tetapi ada satu permasalahan besar yang tidak terselesaikan sampai akhir kompetisi. Minimnya pengalaman untuk menjaring sponsor dan sumber modal, membuat kas tim praktis tetap kosong hingga para pemenang diumumkan. Hal ini membuat kami tidak dapat mencetak buku tersebut sesuai janji kami kepada para peserta. Bahkan hadiah untuk mereka pun pada akhirnya tidak tertunaikan. Dengan segala kondisi ini, kami kemudian memohon maaf secara personal ke semua finalis. Meski kecewa, mereka akhirnya bisa memaklumi kondisi kami ketika itu. Walau tidak jadi diterbitkan, sebenarnya proses editing naskah para finalis terus berlanjut. Format setengah jadi yang sudah hampir siap naik cetak (hanya kurang beberapa bagian lagi, termasuk cover) pun telah dihasilkan. Sebagai pertanggungjawaban kami, file ebook berjudul ‘Dari Blog Menginspirasi Dunia‘ dengan format pdf itu sempat kami kirimkan ke pada para finalis.

Setelah kompetisi tersebut selesai, Ganesha Publishing House sempat berjalan cukup lama. Meskipun penerbitan buku pertama tidak pernah terwujud, pengajuan naskah dari banyak penulis baru terus berdatangan. Sebagian dari naskah tersebut pun sempat melalui proses seleksi dan editing, meskipun tidak pernah ada kepastian apakah naskah itu akan benar-benar dicetak. Kurang lebih dua tahun, yaitu hingga Juli 2009, praktis sebagian operasional GPH masih berjalan. Bahkan hingga 2009, GPH masih merilis businessplan untuk mencari peluang-peluang kerjasama permodalan. Baru pada pertengahan 2009 satu persatu personil GPH memutuskan untuk memilih jalan masing-masing dan secara teknis, perusahaan ini akhirnya vakum hingga waktu yang belum ditentukan.

Meskipun, dalam hitung-hitungan bisnis GPH mungkin bisa dikatakan gagal. Tetapi keberadaannya memiliki makna tersendiri bagi saya dan personil yang lain. Setidaknya, pengalaman yang didapat menjadi bekal bagi masing-masing dalam menjalani kehidupan yang dijalani saat ini. Saya pribadi belajar banyak dari GPH, setidaknya skill di bidang desain grafis, proses pra-cetak naskah, editing naskah, web development, manajemen SDM, kehumasan dan entah apa lagi. Skill-skill itu menjadi bermanfaat ketika kemudian saya masuk menjadi seorang jurnalis di PKPU dan hingga sekarang sebagai seorang konsultan media. Yang saya pahami, semua skill dan pengalaman yang kami dapat sesungguhnya merupakan keuntungan tak ternilai dari investasi tenaga serta pikiran yang tercurah saat di GPH. Dan jika ditelusuri kembali kebelakang, semuanya berawal dari blog.

October 21, 2011
by dewan_syuro
0 comments

Selalu di sana

Selalu di sana

(A free interpretation of ‘Always be There’ lyrics from Maherzain)

 

[#]

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

Allah, Allah Maha Besar

 

[Verse 1]

Jika kau tanyakan tentang cinta,

dan yang kutahu tentangnya

Jawabku pasti, semua tentang Allah,

Cinta murninya ‘tuk kita

 

Dia menciptakanmu dan aku

Surga serta seluruh semesta

Yang membuatnya sempurna, merdeka

Pelindung bagi seluruh hambanya

 

[Reff]

Dalam kesulitan, tanpa ada jalan

Seperti janjinya, Ia selalu ada

Sinaran cintanya, dan pengampunannya

Seperti janjinya, Ia selalu ada

 

Ia mengawasi kita, menunjukkan jalan

Ia mengetahui isi hati kita

Saat kehilangan arah, kembalilah padanya

Seperti janjinya, Ia selalu ada

 

[verse 2]

Membawa kita dari kegelapan, pada cahaya

Subhanallah, sang Maha Kuasa

Tak perlu ada rasa takut, pada apapun

selama kita mengikutinya

sepanjang… usia kita hidup di dunia

Semua ‘kan berakhir dan kita akan masuk dalam surganya

 

[Reff]

Dalam kesulitan, tanpa ada jalan

Seperti janjinya, Ia selalu ada

Sinaran cintanya, dan pengampunannya

Seperti janjinya, Ia selalu ada

 

Ia mengawasi kita, menunjukkan jalan

Ia mengetahui isi hati kita

Saat kehilangan arah, kembalilah padanya

Seperti janjinya, Ia selalu ada

 

[#}

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

Allah, Allah Maha Besar 2x,

 

Go to [Reff] then [#]

October 21, 2011
by dewan_syuro
0 comments

Maher Zain – Sepanjang Hidup Lyrics

aku bersyukur kau di sini kasih
di kalbuku mengiringi
dan padamu ingin ku sampaikan

kau cahaya hati
dulu ku palingkan diri dari cinta
hingga kau hadir membasuh segalanya
oh inilah janjiku kepadamu

reff:
sepanjang hidup bersamamu
kesetiaanku tulus untukmu
hingga akhir waktu kaulah cintaku cintaku
sepanjang hidup seiring waktu
aku bersyukur atas hadirmu
kini dan selamanya aku milikmu

yakini hatiku kau anugerah Sang Maha Rahim
semoga Allah berkahi kita
kekasih penguat jiwaku

berdoa kau dan aku di Jannah
ku temukan kekuatanku di sisimu
kau hadir sempurnakan seluruh hidupku
oh inilah janjiku kepadamu

repeat reff

yakini hatiku bersamamu ku sadari inilah cinta
tiada ragu dengarkanlah
kidung cintaku yang abadi

repeat reff