The Song Fragment…

Oh ibuku sayang… dengarlah kataku…
aku ingin jadi… bintang dihatimu…
oh ibuku sayang… *nananananana*…
Aku ‘kan jadi… bintang didunia…

Bait diatas adalah potongan dari sebuah lagu dari film yang pernah saya tonton bertahun-tahun lalu. Sepertinya bukan film yang sukses secara penjualan, dan mungkin lahir di era kelesuan film indonesia dimana drama mesum kelompok Warkop DKI sedang merajalela. Kisahnya sederhana dan mungkin pasaran, tapi entah bagaimana hingga sekarang ini saya masih teringat dengan film tersebut dan lagu tersebut juga masih terngiang-ngiang dengan jelas. Mungkin ada korelasi juga dengan berita kematian Michael Jackson yang mendadak menggemparkan media, berikut gosip-gosip yang menyertainya.
Ada urusan apa abang Jacko dengan belantika perfileman indonesia? Apa jangan-jangan ada satu judul film indonesia yang pernah dibintangi Jacko yang luput dari daftar filmografi si Raja Pop *gak pake corn* itu? Gak kok… gak ada apa-apa. Hanya saja memang mungkin sudah built-in didalam mentalitas orang indonesia yang doyan dengan segala hal yang bersifat tiruan. Dan itulah yang  menjadi urusan si abang Jacko dengan negeri kita ini.
Alkisah, dalam film tersebut ada seorang sosok bernama Mikey Jackson *CMIIW* yang diceritakan mirip dengan bapak dari Prince Michael Joseph Jackson Jr., Paris Jackson dan Blanket Jackson tersebut. Tumbuh dari lingkungan ekonomi bawah, dikisahkan remaja keturunan maluku tersebut hidup bersama sang ibu, seorang PRT yang begitu menyayanginya. Saya ingat betul, saking begitu dimanjakannya dalam kisah tersebut hingga menjadi penyanyi terkenal pun Mikey masih tidak bisa mengancingkan bajunya sendiri.
Cerita berpusat pada hubungan cinta antara mikey dengan seorang gadis yang merupakan putri mantan majikan ibunya saat kecil. Seingatku, pemerannya adalah Meriam Belina. Seperti layaknya cerita sinetron kita yang templatenya itu-itu saja, perbedaan status sosial majikan-pembantu (atau lebih tepatnya ex-majikan dan ex-pembantu) menjadi problem sentral dalam pergolakan konflik dalam cerita ini. Ortu dari sang wanita sudah menjodohkan putrinya tersebut dengan seseorang yang strata sosialnya sama-sama kaya.
Klimaks cerita ini adalah saat si wanita tersebut diculik dengan disertai ancaman bla bla bla terhadap Mikey yang intinya tidak menghendaki hubungan Mikey dengan wanita tersebut tetap berlanjut. Pada akhirnya kisah berakhir happy ending dengan heroik, ketika akhirnya Mikey berhasil melepaskan perempuan tersebut. Ending ditutup dengan nyanyian diatas, yang sebenarnya sepanjang perjalanan cerita selalu diulang-ulang.

Saya penasaran banget sama nasib film ini karena tiba-tiba aja kepikiran tentang  pemeran Mikey dalam film tersebut. Film itu keluar setelah era thriller, saat beungeut Jacko masih terlihat tidak terlalu jauh berubah akibat operasi plastik. Makeup kulitnya pun masih dominan warna gelap (yang menurut versinya Jacko sendiri, pada era selanjutnya menjadi lebih putih mengikuti depigmentasi yang semakin menyebar disebabkan Vitiligo).

Hmmm… saya bukan ingin mengambil intisari cerita dari kisah yang sebenarnya agak pasaran ini. Sekedar pengen curhat aja karena ternyata setelah saya ubek-ubek lemarinya mbah Gugel, gak ketemu sebiji pun link yang membawa saya pada informasi tentang film itu. Semenyedihkan itukah nasib film tersebut hingga tidak diingat sejarah sedikitpun? Jangankan nemu klipnya di youtube, bahkan halaman wikinya Meriam Bellina pun nggak sedikitpun memberikan clue seputar film tersebut.