5 Bencana Yang Merubah Sejarah

5 Bencana Yang Merubah Sejarah

Oleh    : Ardian Perdana Putra

NIM    : 1 2010 02 03 002

Prodi    : Disaster Management for National Defense

 

  1. Letusan Tambora 1815

    Letusan yang terjadi pada April 1815 disebut sebagai letusan gunung terdahsyat yang tercatat sejarah. Debu vulkaniknya mencapai Kalimantan, Sulawesi hingga Jawa Barat dengan ketebalan mencapai 1 cm. Tsunami melanda beberapa pulau pada tanggal 10 April. Letusannya yang dahsyat menyebabkan hujan besar disertai debu tefrit terjadi di Batavia. Suara gemuruhnya terdengar hingga Batavia (Jakarta) dan Ternate. Suara letusan yang terdengar hingga ke Jogjakarta (Djocjocarta) menyebabkan Thomas Stamford Raffles mengirimkan satu detasemen tentara untuk berpatroli keluar jogja karena mengira telah terjadi serangan terhadap pos-pos Inggris.

    Partikel abu vulkanik ada yang bertahan di atmosfer pada ketinggian 10-30 km.terbawa angin hingga mencapai Eropa dan Amerika. Hal ini menyebabkan pendaran warna jingga dan merah muda terlihat saat matahari terbenam di London pada 28 Juni, 2 Juli, 3 September dan 7 Oktober 1815. Debu tersebut terperangkap di atmosfer hingga hitungan bulan dan bahkan hingga setahun setelahnya (1816).

    Hal ini menyebabkan terjadinya penyimpangan iklim global, dimana pada terjadi penurunan suhu global yang menyebabkan kegagalan panen di berbagai belahan dunia. Penurunan suhu juga menyebabkan banyak daerah di belahan utara mengalami hujan salju disaat seharusnya terjadi musim panas. Fenomena penurunan suhu tersebut menyebabkan tahun 1816 disebut sebagai ‘tahun tanpa musim panas’. Di Irlandia, Jerman dan New England terjadi krisis karena gagal panen. Kejahatan seperti perampokan meningkat di Eropa. Selain itu di Eropa selatan terjadi wabah tifus.

  2. Black Death

    Disebut sebagai wabah paling mematikan dalam sejarah peradaban manusia. Penyakit menular yang dalam bahasa inggris disebut Bubonic Plague (Wabah pes) ini disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis. Dari Cina, wabah ini menyebar melalui jalan sutera hingga menyerang hampir seluruh Eropa. Puncaknya adalah antara tahun 1348-1350, dimana diperkirakan 30%-60% penduduk Eropa musnah dan menyebabkan hilangnya 150 juta jiwa populasi dunia. Bencana ini telah memberi dampak yang begitu besar di bidang ekonomi, sosial dan keagamaan di Eropa, yang membutuhkan lebih dari 150 tahun untuk proses pemulihannya. Salah satunya adalah pembantaian ribuan orang yahudi akibat adanya kepercayaan bahwa wabah tersebut muncul karena kemarahan tuhan. Pasca wabah tersebut, sebagian penduduk dari kalangan pekerja mengalami peningkatan taraf ekonomi, karena para pengusaha/tuan tanah memberikan upah yang lebih tinggi dari sebelumnya. Hal ini memicu berkembangnya kelas ekonomi menengah di masa selanjutnya.

  3. Letusan GunungVesuvius

    Kota Pompeii berada di kaki gunung Vesuvius. Masyarakat disana sudah terbiasa dengan gempa-gempa kecil yang terjadi di wilayah tersebut. Pada Agustus 79 M, terjadi gempa dengan disertai keringnya sumur-sumur/sumber air. Hal ini ternyata merupakan pertanda awal dari sebuah letusan dahsyat pada 24 Agustus 79. Saat itu, masyarakat kebetulan sedang merayakan hari Vulcanalia, perayaan Dewa Api Romawi. Dari sejarah yang didokumentasikan sejarawan bernama Tacitus, pada tanggal tersebut, Plinius Muda yang berada 35 km dari Pompeii melihat adanya awan hitam yang bergerak cepat dari puncak Vesuvius dan menyapu daerah dibawahnya hingga ke laut. Plinius Tua, paman dari Plinius Muda berangkat dengan kapal untuk menyelamatkan penduduk disekitar gunung, namun terkendala untuk berlabuh. Kota Pompeii dan kota Herculaneum menghilang dari peradaban dan terlupakan selama lebih dari 16 abad. Pompeii baru ditemukan 1748 sedangkan Herculaneum ditemukan pada 1738. Pompeii tercatat sebagai satu-satunya situs kota kuno yang tata letaknya masih utuh seperti aslinya.

  4. Gempa Haiti 2010

    Gempa Haiti pada 12 Januari 2010 berkekuatan 7,0 skala Richter mengakibatkan 230.000 jiwa meninggal, 300.000 orang luka dan lebih dari sejuta orang kehilangan tempat tinggal. Dampak gempa terparah dirasakan di daerah Port-au-Prince. Haiti sendiri merupakan negara termiskin di Amerika, dimana krisis sosial dan politik menjadi bagian dari keseharian penduduk Haiti. Gempa 2010 ini memberikan dampak negatif yang begitu besar, karena kerusakan yang terjadi hampir di semua sektor publik. Namun, ada satu dampak positif yang muncul, yaitu perseteruan yang berlangsung selama bertahun-tahun antara pemerintah dan pemberontak berhenti seketika ketika gempa terjadi.

  5. Kebocoran Reaktor Nuklir Chernobyl

    Kecelakaan akibat bocornya Reaktor Nuklir Chernobyl merupakan salah satu kegagalan teknologi paling buruk dalam sejarah yang menempatkan peristiwa ini menjadi satu-satunya bencana yang masuk skala 7 dalam Skala Kejadian Nuklir Internasional. Jumlah material radioaktif yang menyebar akibat ledakan Chernobyl mencapai 400 kali lipat bom Hiroshima. Material tersebut ditemukan tersebar hampir ke seluruh penjuru Eropa, dengan jumlah paparan terburuk dialami Swedia dan Belarusia.