Book Review: Disaster Management Handbook, Chapter 2 – Disaster Threat

Book Review

Disaster Management Handbook

Chapter 2 – Disaster Threat

Oleh    : Ardian Perdana Putra

NIM    : 1 2010 02 03 002

Prodi    : Disaster Management for National Defense

 

Pendahuluan

Aparat penanggulangan bencana harus memiliki keterampilan menganalisa dampak bencana dalam hubungannya dengan kondisi lokal yang mereka hadapi. Dari analisa tersebut nantinya dapat diketahui berbagai prasyarat yang dibutuhkan dalam siklus pengelolaan bencana. Bab 2 dari buku ‘Disaster Management Handbook’ membahas tentang karakteristik dan kekhasan dalam penanganan berbagai jenis bencana.

 

Dampak Umum Bencana

Beberapa dampak umum bencana antara lain:

  •  
  • Korban jiwa
  • Cedera/korban luka-luka
  • Kerusakan bangunan
  • Kerusakan mata pencaharian dan tanaman komoditas.
  • Gangguan produksi
  • Perubahan aktivitas keseharian
  • Kehilangan tempat tinggal
  • Gangguan layanan umum
  • Kerusakan infrastruktur nasional atau sistem pemerintahan.
  • Kerugian ekonomi nasional
  • Dampak sosiologi dan psikologi pasca kejadian

     

 

Gempa

Karakteristik

  •  
  • Terjadi tanpa peringatan dini, tetapi jika gempa terjadi dua kali kemungkinan ada gempa susulan.
  • Terjadi seketika (mendadak).
  • Wilayah rawan umumnya teridentifikasi.
  • Dampak utama terjadi karena pergerakan tanah yang menyebabkan kerusakan struktur dan bangunan.

 

Tindakan penanganan

  • Sistem peringatan dini.
  • Aturan penggunaan lahan dan bangunan.
  • Relokasi dan peningkatan kesadaran masyarakat.

     

Masalah khusus untuk Penanggulangan Bencana

  • Pasca bencana: Tindakan penanganan darurat, SAR dan bantuan medis.
  • Kesulitan akses jalan menuju lokasi.
  • Dampak pada infrastruktur, layanan dasar dan sistem pendukung hidup.
  • Pemulihan akan sangat menghabiskan dana.
  • Kejadian yang amat jarang dapat mengurangi kesiagaan dan langkah persiapan masyarakat.

 

Letusan Gunung

Karakteristik

  • Sejarah bencana gunung api terdokumentasi dengan baik dan dapat diprediksi dengan tepat.
  • Letusan dapat menghancurkan wilayah sekelilingnya dan dapat menyebabkan kebakaran hutan.
  • Tanah yang retak dan aliran lava dapat berdampak pada struktur bangunan.
  • Debu yang melayang diudara berpotensi mengganggu penerbangan, menghancurkan lahan pertanian, sumber air dan menyebabkan masalah kesehatan pernafasan.

Tindakan penanganan

  • Aturan penggunaan lahan.
  • Rencana evakuasi, peringatan dini dan sistem pengendalian lava.
  • Meningkatkan kesiagaan publik dan relokasi masyarakat.

Masalah khusus untuk Penanggulangan Bencana

  • Kesulitan akses jalan saat erupsi.
  • Penentuan langkah evakuasi yang tepat akan memakan waktu.
  • Penjagaan kesiagaan masyarakat dan pencegahan apatisme masyarakat akibat peringatan dini yang salah (tidak terbukti).
  • Mengelola masyarakat pendatang yang ikut menonton proses evakuasi.

 

Tsunami

Karakteristik

  • Kecepatan gelombang bergantung pada kedalaman dari titik awal/pusat gempa.
  • Waktu peringatan tergantung pada jarak titik pusat gempa terhadap sensor.
  • Gejala awal yang dapat dilihat adalah penurunan permukaan air laut secara tiba-tiba.
  • Gelombang dapat sangat destruktif dengan ketinggian hingga 30 meter.
  • Dampak yang ditimbukan adalah banjir karena terbentuk genangan air, kerusakan bangunan dan vegetasi pantai.

Tindakan penanganan

  • Pengelolaan penyebaran sinyal peringatan dini.
  • Evakuasi masyarakat yang terancam letusan.
  • Pengaturan pemanfaatan lahan dan memelihara kesiagaan warga.

Masalah khusus untuk Penanggulangan Bencana

  • Penyebaran sinyal peringatan dini yang memakan waktu.
  • Pengelolaan waktu evakuasi yang efektif.
  • Pelaksanaan SAR.
  • Pemulihan masalah dapat sangat luas dan memakan biaya.

 

Badai Siklon Tropis

Karakteristik

  • Ada sistem observasi internasional dan peringatan dini yang cukup panjang.
  • Kecepatan hantaman bertahap dan cenderung membentuk pola musiman.
  • Sebagian besar kerusakan terjadi akibat hantaman angin yang keras, gelombang badai, banjir dan longsor.
  • Kerusakan yang terjadi antara lain struktur bangunan, tanaman, jalan, layanan dasar, dan korban jiwa.

Tindakan penanganan

  • Pengaturan peringatan dini yang efektif dan tindakan pencegahan.
  • Kesiagaan publik dan kesiapan semua elemen masyarakat.
  • Evakuasi masyarakat ke shelter yang aman.

Masalah khusus untuk Penanggulangan Bencana

  • Kesulitan penilaian/pendataan dan operasi pemulihan darurat (karena cuaca buruk dan akses jalan yang tertutup).
  • Kerusakan sistemik layanan dasar dan sumberdaya penanggulangan bencana yang meluas.
  • Rehabilitasi lahan pertanian yang akan membutuhkan waktu lama.

 

Banjir

Karakteristik

  • Rentang waktu peringatan dini bervariasi bergantung tipe banjirnya.
  • Kecepatan hantaman dapat bertahap atau seketika.
  • Banjir dapat memiliki pola musiman.
  • Dampak yang ditimbulkan, genangan air, erosi dan masyarakat terisolir.

Tindakan penanganan

  • Pengendalian banjir dengan bendungan, dinding dan pintu air.
  • Aturan tata guna lahan dan bangunan.
  • Sistem prediksi, pemantauan dan peringatan.
  • Relokasi, peningkatan kesiagaan masyarakat dan pengaturan kondisi darurat.

Masalah khusus untuk Penanggulangan Bencana

  • Kesulitan akses jalan untuk tindakan penyelamatan dan evakuasi.
  • Masalah kesehatan dan medis.
  • Kebutuhan persediaan bantuan pemulihan diperlukan untuk waktu yang lama, didaerah pertanian kebutuhan adalah hingga panen berikutnya.

 

Tanah Longsor

Karakteristik

  • Rentang waktu peringatan bervariasi, kejadian bencana berlangsung cepat.
  • Dapat menyebabkan kerusakan parah pada struktur bangunan, memotong sungai dan merusak pertanian.
  • Puing dan serpihan material yang hanyut saat terjadi hujan deras dapat menyebabkan kerusakan parah.

Tindakan penanganan

  • Aturan tata guna lahan dan bangunan.
  • Sistem pemantauan, jika dimungkinkan.
  • Evakuasi, relokasi dan peningkatan kesiagaan masyarakat.

Masalah khusus untuk Penanggulangan Bencana

  • Kesulitan akses dapat menghambat tindakan tanggap darurat.
  • Longsor susulan dapat menghambat tindakan penanggulangan.
  • Resistensi masyarakat setempat terhadap relokasi permanen.
  • Rehabilitasi dan pemulihan kemungkinan rumit dan memakan biaya.
  • Dalam kondisi terparah, usaha rehabilitasi wilayah mustahil dilakukan.

 

Kebakaran Hutan

Karakteristik

  • Sebagian besar wilayah rawan dan pola musiman terdata dengan baik.
  • Kecepatan hantaman dapat bervariasi.
  • Dampak yang ditimbulkan dapat sangat merusak dan butuh beberapa tahun pemulihan.
  • Evakuasi masyarakat kemungkinan sulit dilakukan dan berbahaya.

Tindakan penanganan

  • Sistem pendataan akurat mengenai resiko, pemantauan yang efektif dan peringatan.
  • Peraturan mengenai pencegahan api dan tata kelola bangunan.
  • Tindakan mitigasi musiman.
  • Peningkatan kewaspadaan dan edukasi masyarakat.

Masalah khusus untuk Penanggulangan Bencana

  • Pemeliharaan kesiagaan masyarakat.
  • Pelaku pembakaran sulit dilawan.
  • Penyediaan sumberdaya pemadam kebakaran dan sistem peringatan dini.
  • Pemulihan jangka panjang dapat diperpanjang.

 

Kekeringan

Karakteristik

  • Wilayah kekeringan biasanya diketahui dengan baik
  • Masa kekeringan dapat lebih panjang dan area dampak dapat sangat luas.
  • Dampak yang menimpa lahan pertanian, peternakan, aktivitas produksi industri pedesaan dan hunian masyarakat dapat sangat berat.
  • Dampak jangka panjang dapat menyebabkan kerugian berat dibidang ekonomi.
  • Aktivitas manusia dapat memperparah dampak yang ditimbulkan.
  • Ketidakmampuan dan ketidakmauan masyarakat dapat memperparah masalah.

Tindakan penanganan

  • Tindakan penanganan yang efektif cenderung bersifat jangka panjang dan melibatkan pengambilan kebijakan masalah pemukiman.
  • Bantuan internasional berperan penting dalam penanganan kekeringan skala besar.
  • Penanganan darurat termasuk penyediaan makanan, suplai air, kesehatan dan bantuan medis serta hunian sementara.
  • Pengelolaan lahan dan perencanaan khusus (irigasi).

Masalah khusus untuk Penanggulangan Bencana

  • Penanganan tanggap darurat dapat meluas dan waktunya diperpanjang.
  • Kekeringan dalam jangka waktu lama dapat meruntuhkan rasa percaya diri masyarakat untuk bangkit.
  • Kebutuhan logistik dalam masa penanggulangan dapat melampaui kemampuan dalam negeri.

 

Epidemi

Karakteristik

  • Terjadi umumnya sebagai dampak dari penurunan kualitas hidup masyarakat akibat bencana.
  • Dapat disebabkan makanan, air, fasilitas kesehatan dibawah standar, malnutrisi dan kehadiran hewan vektor (seperti nyamuk).
  • Tipe penyakit: Hepatitis, thypoid, dipteri, malaria, kolera, influenza, radang saluran pencernaan, diare, penyakit kulit dan keracunan makanan.
  • Peringatan yang paling efektif adalah pengalaman pribadi.

Tindakan penanganan

  • Perencanaan penanggulangan bencana sub-plan medis dan pemantauan medis pasca-bencana.
  • Peningkatan sumberdaya medis dan antisipasi menjangkitnya wabah.
  • Pendidikan dan peningkatan kesadaran masyarakat.

Masalah khusus untuk Penanggulangan Bencana

  • Kerugian sumberdaya medis dapat menghambat kemampuan respon.
  • Adanya kekurangan peralatan medis khusus dalam negeri.
  • Integrasi bantuan kesehatan internasional dengan sistem lokal.
  • Sumberdaya untuk membendung dan mengendalikan wabah tertentu.

 

Kecelakaan Besar

Karakteristik

  • Biasanya terjadi dengan dahsyat tetapi dampak penyebaran terbatas.
  • Kecepatan terjadinya biasanya cepat dengan peringatan dini terbatas atau tidak ada.

Tindakan penanganan

  • Perencanaan fisik yang baik, keselamatan rumah tangga, standar pengelolaan mencakup rencana evakuasi dan uji periodik.
  • Aturan khusus bangunan.
  • Layanan organisasional darurat yang efektif dan perencanaan penanggulangan bencana.
  • Pelatihan dalam menangani dampak bahaya tertentu.

Masalah khusus untuk Penanggulangan Bencana

  • Sumber kecelakaan yang tidak diharapkan dapat mempengaruhi waktu reaksi dan tanggap darurat.
  • Penanganan masalah dapat sangat meluas dan sulit.
  • Identifikasi korban dapat sangat sulit dilakukan, tergantung kasusnya.

 

Kerusuhan Sipil

Karakteristik

  • Biasanya menjadi tanggungjawab dari kepolisian, paramiliter dan angkatan bersenjata dengan bantuan dari berbagai institusi pemerintahan yang lain.
  • Aktivitas pengrusakan terjadi tanpa pola yang dapat diprediksi.
  • Dalam berbagai kasus seperti terorisme, penghasut menjadi inisiator.

Tindakan penanganan

  • Penerapan hukum dan aturan yang tegas.
  • Pengenaan ganti rugi dalam tindakan dan aturan darurat.
  • Program informasi positif untuk menjaga dukungan publik terhadap langkah yang diambil pemerintah.

Masalah khusus untuk Penanggulangan Bencana

  • Terlalu banyaknya pihak atau institusi yang terlibat dalam penanganan.
  • Koordinasi antara otoritas sipil dengan komponen militer.

 

 

Simpulan

Beberapa simpulan yang dapat diambil dari bab 2 ini antara lain:

  • Penanganan bencana ditiap daerah dapat sangat berbeda-beda, tergantung potensi bencana yang ada.
  • Tantangan penanganan bencana dapat amat bervariasi tergantung karakteristik risiko bencana yang dihadapi, kondisi geografis dan situasi masyarakat.
  • Kondisi dan latar belakang sosial masyarakat setempat perlu menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan langkah penanggulangan bencana.

Peran aktif masyarakat dalam peningkatan kesiapsiagaan sangat dibutuhkan dalam bencana.