Sejak pertama kali saya tahu tentang JKT48 dari media, saya memprediksi bahwa grup ini akan menjadi fenomena di industri musik Indonesia. Mereka memiliki karakter yang khas, konsep yang melawan mainstream, interaksi dengan fans yang luar biasa, etos kerja, aturan main internal yang ketat dan banyak hal unik lainnya. Keunikan karakter inilah yang membuat saya merasa mereka cepat atau lambat akan menjadi trendsetter baru di Indonesia.

Salah satu fenomena unik dari eksistensi JKT48 adalah berkembangnya komunitas fans yang militan, kompak dan masif. Bisa dikatakan, di event apapun yang menyasar kalangan muda usia produktif, JKT48 ibarat magnet yang meramaikan suasana. Eksistensi mereka mendorong munculnya perilaku baru yang unik, seperti pola sorakan khas (chant), wotagei, loyalitas terhadap swag original dan banyak hal lainnya. Inilah yang membuat fans JKT48 menjadi sebuah entitas yang menarik sebagai sebuah objek kajian sosial.

Saya selaku peneliti melihat berbagai pola perilaku baru ini tentunya punya sisi positif dan negatif. Tetapi dalam hal ini saya memprediksi bahwa potensi sisi positifnya cenderung lebih dominan. Yang saya soroti khususnya dalam aspek pembentukan karakter (character building) generasi muda dan perilaku konsumen yang sehat dalam industri musik. Saya melihat, sosok JKT48 di satu sisi dapat mengisi kekosongan figur idola berkarakter positif dan disisi lain mendorong munculnya kesadaran konsumen untuk melawan pembajakan HaKI di industri musik.